Ingin Kredit KPR? Hitung Dulu Rasio Utang Cicilan Agar Aman

2 min read

Ingin Kredit KPR? Hitung Dulu Rasio Utang Cicilan Agar Aman

Buat kamu yang lagi ngincer punya rumah sendiri, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa jadi jalan ninjamu. Tapi, sebelum nekat ambil KPR, ada baiknya kamu ngitung dulu rasio utang cicilan. Apa itu rasio utang cicilan?

Rasio utang cicilan adalah perbandingan antara total cicilan utang bulananmu dengan penghasilan bulananmu. Rasio ini penting banget buat ngukur kemampuan finansialmu dan ngehindarin kamu dari jeratan utang yang berlebihan.

Kenapa Rasio Utang Cicilan Penting?

Rasio utang cicilan yang terlalu tinggi bisa bikin kamu kewalahan bayar cicilan setiap bulan. Akibatnya, kamu bisa telat bayar, kena denda, bahkan sampai rumahmu disita. Ngeri kan?

Selain itu, rasio utang cicilan yang tinggi juga bisa nghambat kamu buat ngejar tujuan finansial lainnya, kayak nabung buat masa depan atau beli kendaraan baru.

Berapa Rasio Utang Cicilan yang Aman?

Bank Indonesia (BI) ngerekomendasiin rasio utang cicilan yang aman nggak lebih dari 30%. Artinya, total cicilan utang bulananmu nggak boleh lebih dari 30% dari penghasilan bulananmu.

Misalnya, penghasilan bulananmu Rp 10 juta, maka total cicilan utang bulananmu nggak boleh lebih dari Rp 3 juta (30% x Rp 10 juta).

Cara Menghitung Rasio Utang Cicilan

Buat ngitung rasio utang cicilan, kamu perlu ngumpulin data berikut:

  • Penghasilan bulanan
  • Total cicilan utang bulanan (termasuk cicilan KPR yang kamu rencanain)

Setelah itu, kamu tinggal masukin data tersebut ke rumus berikut:

Rasio Utang Cicilan = (Total Cicilan Utang Bulanan / Penghasilan Bulanan) x 100%

Contoh Perhitungan Rasio Utang Cicilan

Misalnya, kamu punya penghasilan bulanan Rp 10 juta dan total cicilan utang bulanan (termasuk cicilan KPR yang kamu rencanain) Rp 2,5 juta. Maka, rasio utang cicilanmu adalah:

Rasio Utang Cicilan = (Rp 2,5 juta / Rp 10 juta) x 100% = 25%

Dari hasil perhitungan tersebut, rasio utang cicilanmu masih aman karena di bawah 30%. Artinya, kamu masih punya kemampuan finansial yang cukup buat bayar cicilan KPR.

Tips Menjaga Rasio Utang Cicilan Tetap Aman

Selain ngitung rasio utang cicilan, ada beberapa tips yang bisa kamu lakuin buat jaga rasio utang cicilanmu tetap aman, antara lain:

  • Hindari utang yang nggak perlu. Cuma utang buat kebutuhan penting aja, kayak beli rumah atau pendidikan.
  • Pilih cicilan yang sesuai kemampuan. Jangan maksain diri buat ngambil cicilan yang terlalu tinggi.
  • Lunasin utang tepat waktu. Bayar cicilan utang tepat waktu buat ngehindarin denda dan menjaga skor kreditmu.
  • Cari penghasilan tambahan. Kalau memungkinkan, cari penghasilan tambahan buat nambahin penghasilan bulananmu.

Dengan ngitung rasio utang cicilan dan ngikutin tips di atas, kamu bisa ngambil KPR dengan aman dan nyaman. Rumah impianmu pun bisa jadi kenyataan tanpa ngorbanin kesehatan finansialmu.

FAQs tentang Ingin Kredit KPR? Hitung Dulu Rasio Utang Cicilan Agar Aman

Apa itu Rasio Utang Cicilan (RUC)?

Rasio Utang Cicilan (RUC) adalah persentase penghasilan bulanan Anda yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan utang, termasuk cicilan KPR.

Mengapa RUC Penting untuk Kredit KPR?

RUC merupakan faktor penting yang dipertimbangkan bank atau lembaga pemberi pinjaman saat mengevaluasi aplikasi KPR Anda. RUC yang tinggi menunjukkan bahwa Anda mungkin kesulitan melunasi cicilan KPR tepat waktu, sehingga dapat meningkatkan risiko kredit macet.

Bagaimana Cara Menghitung RUC?

Untuk menghitung RUC, Anda perlu menjumlahkan semua pembayaran cicilan utang bulanan Anda, termasuk:

  • Cicilan KPR (jika sudah ada)
  • Cicilan kartu kredit
  • Cicilan pinjaman pribadi
  • Cicilan kendaraan
  • Cicilan lainnya

Setelah itu, bagi total pembayaran cicilan tersebut dengan penghasilan bulanan bersih Anda. Hasilnya adalah RUC Anda.

Berapa RUC yang Ideal untuk Kredit KPR?

Secara umum, RUC yang ideal untuk kredit KPR adalah di bawah 36%. Namun, beberapa bank atau lembaga pemberi pinjaman mungkin memiliki persyaratan yang lebih ketat atau longgar.

Apa yang Terjadi Jika RUC Saya Terlalu Tinggi?

Jika RUC Anda terlalu tinggi, bank atau lembaga pemberi pinjaman mungkin menolak aplikasi KPR Anda atau menawarkan suku bunga yang lebih tinggi. Selain itu, RUC yang tinggi dapat meningkatkan risiko Anda mengalami masalah keuangan di kemudian hari.

Bagaimana Cara Menurunkan RUC?

Ada beberapa cara untuk menurunkan RUC Anda, antara lain:

  • Meningkatkan penghasilan bulanan Anda
  • Melunasi utang yang tidak perlu
  • Menurunkan jumlah cicilan utang
  • Mencari suku bunga yang lebih rendah pada utang Anda

Tips Aman Kredit KPR

Selain memperhatikan RUC, berikut beberapa tips untuk mengajukan kredit KPR secara aman:

  • Lakukan riset: Bandingkan suku bunga dan biaya dari berbagai bank atau lembaga pemberi pinjaman.
  • Persiapkan dokumen keuangan: Siapkan dokumen keuangan yang diperlukan, seperti slip gaji, laporan bank, dan bukti kepemilikan aset.
  • Hitung biaya tambahan: Perhitungkan biaya tambahan terkait KPR, seperti biaya notaris, biaya asuransi, dan biaya administrasi.
  • Dapatkan pra-persetujuan: Dapatkan pra-persetujuan KPR untuk mengetahui jumlah pinjaman yang dapat Anda ajukan.
  • Hindari utang baru: Hindari mengajukan utang baru sebelum mengajukan kredit KPR, karena dapat meningkatkan RUC Anda.
  • Pertimbangkan jangka waktu KPR: Pilih jangka waktu KPR yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda.
  • Pertimbangkan asuransi KPR: Pertimbangkan untuk membeli asuransi KPR untuk melindungi Anda dari risiko kehilangan pekerjaan atau ketidakmampuan membayar cicilan.

Dengan mempertimbangkan RUC dan mengikuti tips di atas, Anda dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan kredit KPR yang aman dan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *